✨ Terbaru! SAI Vol 35 Agustus 2026 telah terbit! Unduh sekarang!

Unduh
BeritaBerita Cabang

Seruan Milad ke-112 dari Kota Bandung: Menghidupkan Mabadi, Meneguhkan Khidmat, Melanjutkan Perjuangan

KOTA BANDUNG — 5 September 2026. Memasuki usia ke-112 tahun, Al-Irsyad Al-Islamiyyah terus meneguhkan komitmennya untuk menjaga nilai-nilai perjuangan, membaca perkembangan zaman, dan melanjutkan khidmat melalui pendidikan dan dakwah.

Semarak Milad ke-112 Al-Irsyad di Kota Bandung menjadi momentum bagi guru dan karyawan untuk melakukan refleksi, memperbarui niat, serta meneguhkan kembali komitmen dalam menjalankan amanah. Mengusung tema “Tajdid Khidmat — Istiqamah dalam Amal, Kokoh dalam Khidmat”, kegiatan ini menjadi ruang untuk memperkuat ruhiyah, meningkatkan profesionalisme, dan menghadirkan pengabdian yang semakin bermakna.

Merefleksikan 112 Tahun Perjuangan

Kegiatan diawali dengan arahan Ustadz Ir. Helmi A. Ba’asyir selaku Ketua PC Al-Irsyad Al-Islamiyyah Kota Bandung, yang menegaskan bahwa perjalanan 112 tahun Al-Irsyad Al-Islamiyyah menjadi momentum refleksi untuk mengenang dan meneladani para pendahulu yang telah meletakkan fondasi perjuangan yang kokoh. Menjadi bagian dari Al-Irsyad bagi guru dan karyawan bukan sekadar menjalankan tugas pekerjaan, tetapi juga mengambil bagian dalam perjuangan pendidikan dan dakwah yang menuntut keikhlasan, kedisiplinan, tanggung jawab, dan istiqamah. Beliau mengajak seluruh keluarga besar Al-Irsyad untuk terus berupaya memperbaiki diri dan memberikan kontribusi terbaik dalam menjalankan amanah kehidupan.

Refleksi perjalanan 112 tahun Al-Irsyad Al-Islamiyyah juga disampaikan oleh Prof. Dr. Ing. Ir. Misri Gozan, IPU, ASEAN Eng., selaku Wakil Ketua 1 PP Al-Irsyad Al-Islamiyyah, melalui tema “Refleksi 112 Tahun Perjuangan Al-Irsyad Al-Islamiyyah: Menjaga Identitas, Membaca Zaman, Melanjutkan Perjuangan.”

Beliau mengingatkan bahwa 112 tahun perjalanan Al-Irsyad bukan sekadar rentang sejarah, melainkan jejak perjuangan dan amanah besar yang harus terus dilanjutkan. Warisan pemikiran dan perjuangan para pendahulu, khususnya Syaikh Ahmad Surkati, bukan hanya untuk dikenang, tetapi dihidupkan dan dikembangkan agar tetap relevan dalam menjawab tantangan zaman.

Menjaga identitas bukan berarti terbelenggu oleh masa lalu. Justru, nilai-nilai perjuangan tersebut menjadi pijakan untuk terus belajar, beradaptasi, berinovasi, dan menghadirkan kontribusi nyata tanpa kehilangan jati diri. Penyampaian beliau menjadi refleksi yang kuat sekaligus sumber inspirasi bagi seluruh guru dan karyawan untuk menyadari bahwa setiap peran, sekecil apa pun, merupakan bagian dari mata rantai perjuangan Al-Irsyad yang harus dijaga, diteruskan, dan ditorehkan dengan karya terbaik.

Menghidupkan 8 Mabadi Al-Irsyad

Penguatan nilai perjuangan dilanjutkan oleh Ustadz Kamal Naqib, S.T., Wakil Ketua PC sekaligus Ketua Lajnah Da’wah PC Al-Irsyad Al-Islamiyyah Kota Bandung, melalui pembahasan 8 Mabadi Al-Irsyad sebagai ruh kehidupan kader dan jamaah.

Al-Qur’an dan As-Sunnah menjadi pedoman kehidupan. Tauhid menjadi landasan niat. Ibadah membentuk kedisiplinan. Akhlak menjaga adab. Al-Musawa menumbuhkan kesetaraan. Ilmu membangun kompetensi. Tajdid mendorong perbaikan dan kemampuan membaca zaman. Sementara ukhuwah menjadi kekuatan persatuan.

Mabadi tidak cukup dipahami dan dihafalkan, tetapi harus dihidupkan hingga melahirkan amal nyata melalui proses:

Nilai > Kesadaran > Sikap > Amal > Amal Jama’i.

Dalam konteks tersebut, kader Al-Irsyad bukan sekadar pemegang jabatan, tetapi pemegang amanah perjuangan. Kader bukan bahan baku yang digunakan untuk menghasilkan program, dan bukan pula bangunan yang sekadar dirawat secara fisik. Kader adalah aset perjuangan yang harus dijaga, dipelihara, dibina, dan dikembangkan agar terus tumbuh serta mampu melanjutkan perjuangan.

Karena itu, kaderisasi merupakan proses membentuk pribadi yang memiliki ruh perjuangan, ilmu, akhlak, kompetensi, dan kesiapan untuk berkhidmat. Kader hari ini menjadi penghubung antara perjuangan masa lalu dan masa depan Al-Irsyad.

Tajdid Khidmat: Istiqamah dalam Amal

Makna Tajdid Khidmat diperdalam oleh Ustadz Enden Mustofa, M.Pd., Wakil Ketua 1 Lajnah Da’wah PC Al-Irsyad Al-Islamiyyah Kota Bandung.

Tajdid Khidmat bukan sekadar memperbarui aktivitas, tetapi terutama memperbarui niat, memperkuat ruhiyah, dan meningkatkan kualitas pengabdian. Amal yaumiyah tidak semestinya dipandang sebagai rutinitas atau kewajiban administratif. Ia merupakan bekal kekuatan ruhiyah seorang guru. Mutaba’ah pun hendaknya menjadi sarana muhasabah dan perbaikan diri.

Yang utama bukan sekadar banyaknya amal dalam satu waktu, tetapi kemampuan menjaganya secara istiqamah. Ruhiyah yang kuat diharapkan tercermin dalam kedisiplinan, amanah, tanggung jawab, akhlak, profesionalisme, dan pelayanan kepada peserta didik.

Guru sebagai Uswah, Khidmat sebagai Amanah

Guru bukan hanya penyampai ilmu, tetapi juga uswah atau teladan. Peserta didik belajar bukan hanya dari apa yang disampaikan, tetapi juga dari perilaku yang mereka lihat. Oleh karena itu, nilai-nilai Mabadi harus hadir dalam cara bekerja, berkomunikasi, melayani, menyelesaikan persoalan, dan menjalankan amanah.

Menjadi guru dan karyawan Al-Irsyad bukan sekadar pekerjaan atau status, tetapi bagian dari perjuangan pendidikan dan dakwah. Sebuah pertanyaan reflektif pun layak terus dihadirkan:

“Bukan hanya apa yang saya dapatkan dari Al-Irsyad, tetapi apa yang sudah saya berikan untuk Al-Irsyad?”

Sebab, khidmat bukan hanya tentang berapa lama seseorang berada dalam perjuangan, tetapi tentang seberapa besar manfaat yang diberikan selama menjalankan amanah.

Menguatkan Ukhuwah dan Budaya Kerja

Penguatan komitmen dilanjutkan melalui materi Ustadz Asep Widianto, M.M.Pd., Wakil Ketua 2 Lajnah Da’wah PC Al-Irsyad Al-Islamiyyah Kota Bandung, tentang internalisasi Mabadi dalam budaya kerja.

Khidmat membutuhkan ukhuwah. Karena itu, budaya kerja perlu dibangun dengan semangat saling menasihati dalam kebaikan, saling membantu, menguatkan, dan mendoakan, dengan niat yang lurus. Setiap persoalan hendaknya menjadi ruang untuk belajar dan memperbaiki diri, bukan alasan untuk saling menyalahkan atau melemahkan. Nilai-nilai Mabadi diharapkan hadir dalam etika kerja, komunikasi, pelayanan, tanggung jawab, dan setiap keputusan.

Sebagai bentuk komitmen bersama, seluruh guru dan karyawan melakukan penandatanganan Fakta Integritas. Penandatanganan ini bukan sekadar dokumen administratif, tetapi simbol kesungguhan untuk menjadikan nilai-nilai Al-Irsyad sebagai bagian dari perilaku dan budaya kerja sehari-hari.

Dari Milad Menuju Perubahan

Semarak Milad ke-112 Al-Irsyad diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial. Tajdid Khidmat harus menjadi gerakan perubahan. Perubahan itu dimulai dari hal-hal mendasar: memperbarui niat, menjaga amal yaumiyah, meningkatkan kedisiplinan, memperkuat keteladanan, meningkatkan profesionalisme, menjaga ukhuwah, membina kader, dan memperbesar kontribusi.

Sebab, ada satu pesan yang patut menjadi renungan bersama:

“Jangan sampai kita hanya bertambah lama berada di Al-Irsyad, tetapi tidak bertambah baik dalam khidmat.”

Memasuki usia 112 tahun, sejarah Al-Irsyad bukan sekadar untuk dikenang. Mabadi bukan sekadar untuk dihafalkan. Dan khidmat bukan sekadar untuk diucapkan. Semuanya harus dihidupkan dalam amal nyata. Amanah perjuangan yang diwariskan para pendahulu kini berada di tangan generasi hari ini. Tugas kita bukan hanya menjaga apa yang telah ada, tetapi memastikan nilai-nilai perjuangan tetap hidup, relevan, dan memberi manfaat bagi umat.

Karena itu, semangat 112 tahun Al-Irsyad dapat dirangkum dalam enam komitmen:

  1. Menjaga identitas
  2. Membaca zaman
  3. Menghidupkan Mabadi
  4. Menguatkan ukhuwah
  5. Meningkatkan kompetensi
  6. Melanjutkan khidmat

Pada akhirnya, Tajdid Khidmat bukan hanya tema kegiatan, tetapi komitmen dan gerakan perubahan bersama. Semoga seluruh guru dan karyawan Al-Irsyad menjadi pribadi yang kuat ruhiyahnya, profesional kerjanya, mulia akhlaknya, kokoh khidmatnya, dan nyata kontribusinya. Semoga kader-kader Al-Irsyad terus tumbuh sebagai generasi penerus yang berilmu, berakhlak, amanah, dan siap melanjutkan perjuangan.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button