Dorong Minat Literasi, MA Al Irsyad Haurgeulis Gelar Dialog dan Launching Buku

Indramayu — Sebagai bagian dari upaya meningkatkan minat baca dan literasi di kalangan generasi muda, Madrasah Aliyah Al Irsyad Al Islamiyyah Haurgeulis menggelar acara Dialog Literasi dan peluncuran buku Rezim Rindu karya Ilham Gunawan, pada Selasa (17/12/2024). Kegiatan ini sekolah rancang untuk menginspirasi pelajar dalam mengembangkan kemampuan membaca dan menulis sebagai modal penting bagi pembentukan karakter dan masa depan mereka.
Kepala Madrasah, Dede Ikhwanuddin, S.Pd.I, dalam sambutannya menekankan bahwa literasi adalah fondasi utama dalam dunia pendidikan. “Kegiatan ini bukan hanya untuk mengenalkan sebuah buku. Tetapi juga untuk memperluas wawasan pelajar dan mendorong mereka memahami kekuatan tulisan dalam membangun pola pikir kritis dan kreatif,” ujarnya.
Sebagai bagian dari acara, guru Bahasa Indonesia, Iswatun Hasanah, S.Pd., menyampaikan apresiasinya terhadap keterlibatan para siswa. Ia mengungkapkan bahwa kegiatan ini adalah langkah penting dalam menciptakan generasi yang melek literasi. Yakni tidak hanya melek dari segi teknis membaca dan menulis, tetapi juga dari aspek refleksi dan pengembangan diri.
Acara ini menghadirkan Ilham Gunawan, seorang penulis dan penggiat literasi, yang berbagi pengalaman menulis serta pentingnya literasi bagi masa depan generasi muda. “Menulis adalah salah satu cara terbaik untuk menyalurkan ide, merekam emosi, dan menjelajahi potensi diri. Literasi membuka peluang yang tidak terbatas,” tutur Ilham di hadapan peserta dialog.
Buku Rezim Rindu yang diluncurkan pada acara ini membahas perjalanan emosional dan pencarian makna hidup dengan latar belakang sosial-politik yang kental. Sekolah berharap, buku ini mampu memberikan inspirasi dan membuka ruang refleksi. Khususnya bagi pelajar yang tengah berada dalam proses pencarian jati diri.
Dengan adanya kegiatan ini, MA Al Irsyad Haurgeulis berharap dapat membangun budaya literasi di kalangan siswa. Yakni, menjadikan literasi sebagai bagian tak terpisahkan dari keseharian. Tidak hanya sebagai kegiatan akademik, literasi dipandang sebagai sarana pembentukan karakter yang kuat dan pondasi kesuksesan di masa depan.
Baca juga: MA Al Irsyad Al Islamiyah Haurgeulis Lantik dan Kukuhkan Anggota Baru Paskibra



