✨ Terbaru! SAI Vol 30 Februari 2026 telah terbit! Unduh sekarang!

Unduh
BeritaBerita PusatWanita Al-Irsyad

Munas Wanita Al-Irsyad 2025 Perkuat Karakter Perempuan Berdaya dan Berakhlak

Jakarta, 21 Oktober 2025 — Musyawarah Nasional (Munas) Wanita Al-Irsyad tahun 2025 resmi dibuka di Jakarta pada Selasa (21/10). Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi organisasi wanita tersebut dalam memperkuat peran perempuan berkarakter, berdaya, dan berlandaskan nilai-nilai keislaman di tengah tantangan zaman modern.

Pembukaan Munas dihadiri sejumlah tokoh perempuan nasional, di antaranya Dr. dr. Siti Fadilah Supari, Sp.JP, dokter spesialis jantung sekaligus mantan Menteri Kesehatan RI, serta Ny. Nannie Hadi Tjahjanto, S.H., Ketua Umum Kongres Wanita Indonesia (KOWANI). Kehadiran para tokoh ini menandai sinergi positif antara berbagai organisasi dan elemen perempuan dalam upaya membangun bangsa melalui pendidikan dan nilai keislaman.

Dalam kesempatan tersebut, Wanita Al-Irsyad juga memberikan penghargaan kepada sejumlah tokoh perempuan yang dinilai telah berjasa dalam memajukan organisasi serta berkontribusi besar terhadap pemberdayaan perempuan di Indonesia.

Ketua Umum Wanita Al-Irsyad, Dra. Fahimah Askar, dalam sambutannya menegaskan pentingnya membangun karakter dan daya saing perempuan tanpa meninggalkan nilai spiritual dan moral.
“Zaman terus berubah dengan cepat. Kecanggihan teknologi dan derasnya arus informasi kadang menyeret perempuan ke arah yang melupakan esensi. Kemajuan sejati adalah ketika perempuan berdaya tanpa meninggalkan nilai Ilahi,” ujarnya.

Lebih lanjut, Fahimah Askar mengajak perempuan Al-Irsyad untuk menjadi teladan dalam berpikir cerdas, berjuang tangguh, namun tetap lembut dalam kepemimpinan dan kasih sayang.
“Kita tidak hanya bicara tentang perempuan berdaya, tapi perempuan yang membangun peradaban,” tegasnya.

Munas Wanita Al-Irsyad 2025 menjadi forum strategis dalam merumuskan arah gerak organisasi ke depan, sekaligus memperkuat jaringan kerja sama antarorganisasi perempuan di bidang sosial, pendidikan, dan dakwah.

Acara ini dijadwalkan berlangsung selama beberapa hari dengan berbagai agenda, termasuk sidang pleno, seminar, dan diskusi tematik yang berfokus pada peran perempuan menghadapi tantangan zaman modern tanpa kehilangan jati diri dan nilai-nilai keislaman.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button