Al Irsyad Sampaikan Duka dan Sikap Resmi atas Serangan terhadap Prajurit TNI di Lebanon

Jakarta, 2 April 2026 — Pimpinan Pusat Al Irsyad Al Islamiyyah menyampaikan duka cita yang mendalam atas gugurnya tiga prajurit terbaik Tentara Nasional Indonesia dalam misi perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNIFIL) di Lebanon dalam insiden serangan terhadap pasukan perdamaian.
Dalam insiden tersebut, tiga prajurit yang gugur yakni Kapten Zulmi Aditya Iskandar, Sertu Muchammad Nur Ichwan, dan Praka Fahrizal Ramadhon. Al Irsyad juga mendoakan kesembuhan bagi prajurit TNI lainnya yang mengalami luka-luka.
Dalam pernyataan resmi bernomor 096.PS.PP.04.2026 yang ditandatangani oleh Ketua Umum Prof. Dr. Faisol Nasar Bin Madi, M.A. dan Sekretaris Jenderal Muhammad Halim Bakhabazy, S.Pd., M.M., Al Irsyad mengecam keras serangan yang dilakukan oleh militer Israel terhadap pasukan perdamaian. Tindakan tersebut dinilai sebagai pelanggaran serius terhadap prinsip-prinsip kemanusiaan serta norma dan hukum internasional.
Ketua I Pimpinan Pusat Al Irsyad Al Islamiyyah, Prof. Dr.-Ing. Ir. Misri Gozan, M.Tech., menyampaikan pernyataan sikap organisasi. Ia menegaskan bahwa peristiwa ini merupakan bentuk nyata pengabaian terhadap hukum internasional.
Ia mengatakan: “Serangan terhadap pasukan perdamaian adalah pelanggaran serius terhadap hukum internasional dan nilai-nilai kemanusiaan. Pengorbanan para prajurit TNI ini tidak boleh sia-sia, tetapi harus menjadi penguat bagi komitmen bangsa Indonesia untuk terus berdiri di garis depan dalam memperjuangkan keadilan dan perdamaian dunia.”
Lebih lanjut, Prof. Misri menegaskan bahwa kejadian ini kembali menunjukkan ketidakpatuhan Israel terhadap hukum internasional serta ketidakmampuannya dalam menghormati lembaga dan misi perdamaian dunia.
Baca juga: Sikap Resmi Al Irsyad atas Serangan terhadap Prajurit TNI di Libanon
Atas dasar itu, Al Irsyad mendesak Pemerintah Republik Indonesia untuk mengambil langkah tegas dan terukur, antara lain melalui penguatan diplomasi di forum internasional, serta mengkaji kembali berbagai bentuk hubungan dan komunikasi dengan Israel.
Selain itu, Al Irsyad juga mengajak seluruh elemen bangsa Indonesia untuk bersatu dalam menjaga kehormatan negara, memberikan dukungan penuh kepada prajurit TNI, serta terus memperjuangkan nilai-nilai keadilan, kemanusiaan, dan perdamaian dunia, khususnya dalam mendukung kemerdekaan Palestina.
Al Irsyad menegaskan bahwa pengorbanan para prajurit bangsa tidak boleh sia-sia dan harus menjadi penguat perjuangan bangsa dalam menegakkan keadilan dan perdamaian dunia.



