✨ Terbaru! SAI Vol 34 Juli 2026 telah terbit! Unduh sekarang!

Unduh
BeritaPemuda Al-Irsyad

Tegas! Pemuda Al Irsyad Kecam Hafalan Surah Ad-Dhuha Dijadikan Gimik Promosi Minuman Beralkohol

JAKARTA (12/8)– Pemuda Al Irsyad menyampaikan keprihatinan serta kecaman keras atas beredarnya konten di media sosial yang memperlihatkan aktivitas hafalan Surah Ad-Dhuha dikaitkan dengan pemberian minuman beralkohol sebagai hadiah.

Pemuda Al Irsyad menegaskan bahwa terlepas dari konteks maupun tujuan awal aktivitas tersebut, ayat suci Al-Qur’an dan kegiatan menghafalnya sama sekali tidak wajar dijadikan sebagai gimik, permainan, atau bahan promosi yang dikaitkan dengan produk yang bertentangan dengan ajaran Islam.

Ketua Umum Pemuda Al Irsyad, Sami Muhamad, menegaskan bahwa kebebasan berekspresi dan kreativitas dalam dunia promosi harus senantiasa diiringi dengan kepekaan, etika, serta tanggung jawab sosial.

“Al-Qur’an memiliki kedudukan yang suci bagi umat Islam. Karena itu, ayat-ayat Al-Qur’an tidak semestinya dijadikan gimik promosi, terlebih apabila dikaitkan dengan minuman beralkohol. Kami menghargai kreativitas, tetapi kreativitas juga perlu menghormati nilai agama dan keyakinan masyarakat,” ujar Sami Muhamad dalam keterangan resminya.

Pemuda Al Irsyad kecam gimik hafalan Surah Ad-Dhuha berhadiah alkohol. Ingatkan pentingnya etika & jaga kesucian Al-Qur'an!

Seruan Kepada Pelaku Usaha dan Masyarakat

Merespons isu tersebut, Pemuda Al Irsyad menyampaikan beberapa poin pernyataan sikap secara tegas dan proporsional:

  • Mengecam Gimik Promosi Keagamaan: Mengecam keras penggunaan ayat suci Al-Qur’an dan aktivitas ibadah sebagai gimik pemasaran produk beralkohol.
  • Peringatan Bagi Industri Kreatif: Mengajak pelaku usaha, penyelenggara acara, agensi, dan pelaku industri kreatif untuk meningkatkan kehati-hatian serta pengawasan terhadap materi promosi, khususnya yang berkaitan dengan simbol, kitab suci, dan praktik keagamaan.
  • Masyarakat Tetap Tertib dan Beradab: Mengimbau masyarakat, khususnya generasi muda, untuk menyikapi isu ini secara tegas namun tetap tertib, beradab, tidak menyebarkan kebencian, serta mengendalikan diri dari tindakan main hakim sendiri.

Sami Muhamad menambahkan bahwa sebagai bangsa yang majemuk, penghormatan terhadap agama dan kepercayaan merupakan tanggung jawab bersama demi menjaga kerukunan serta keharmonisan berbangsa.

“Ketegasan dalam menjaga kehormatan agama harus berjalan bersama keadilan dan sikap yang bertanggung jawab. Yang kita harapkan bukan kegaduhan, melainkan adanya klarifikasi, evaluasi, dan perbaikan agar kejadian serupa tidak terulang. Ruang publik harus menjadi ruang yang menghormati keyakinan seluruh masyarakat Indonesia,” tegasnya.

Pemuda Al Irsyad berharap peristiwa ini dapat menjadi pelajaran bersama agar kepentingan komersial dan kreativitas tidak mengabaikan nilai-nilai kesucian agama, serta setiap persoalan diselesaikan melalui mekanisme hukum yang berlaku.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button