SMA Al Irsyad Surabaya Gelar Seminar Parenting: Waspadai Bahaya Gadget dan Narkoba di Era Digital

Surabaya, 19 April 2025 — SMA Al Irsyad Al Islamiyyah Surabaya menggelar seminar parenting bertajuk “Pendampingan Anak di Era Digital dan Bahaya Narkoba” yang dihadiri oleh seluruh siswa dan wali murid. Acara yang digelar pada Sabtu (19/4) ini menjadi wadah edukatif dan reflektif dalam menghadapi tantangan zaman yang semakin kompleks bagi generasi muda.
Dalam sambutannya, Kepala SMA Al Irsyad, Ustaz Muhammad Ainur Rohim, S.Ag., menyampaikan pentingnya peran orang tua di tengah derasnya arus informasi dan teknologi. “Gadget memang membawa kemudahan, tapi jika digunakan tanpa batasan, bisa membuat anak kehilangan fokus, malas belajar, dan terpapar konten negatif,” ujarnya.
Narasumber utama seminar, Muchamad Arifin, menyampaikan kekhawatiran yang sama. Ia menyoroti dua ancaman besar yang mengintai anak-anak masa kini: kecanduan gadget dan penyalahgunaan narkoba. Lewat tayangan film pendek dan fakta-fakta mengkhawatirkan, ia menggambarkan kondisi anak-anak yang kini lebih akrab dengan layar daripada berbicara dengan orang tuanya.
“Interaksi sosial tergeser, waktu belajar dan ibadah terabaikan, bahkan kesehatan mental terganggu. Jika tidak diawasi, gadget bisa berubah dari alat bantu menjadi sumber masalah,” ujar Arifin.
Lebih lanjut, ia menyoroti bahaya penyalahgunaan narkoba yang kini menyasar pelajar hingga ke pelosok desa dan komunitas religius. “Peredarannya tidak lagi terlihat jelas, melainkan melalui media sosial, jasa pengiriman, hingga pergaulan yang tampak ‘baik-baik’,” tegas Arifin, penulis buku Cerdas Tanpa Narkoba.

Ia menekankan bahwa generasi muda, karena berada di fase pencarian jati diri, menjadi sasaran empuk. Kurangnya pendampingan dari orang tua membuat mereka rentan terjerumus, bahkan hanya karena rasa ingin tahu.
Tayangan video menyentuh yang menggambarkan kehancuran hidup remaja akibat narkoba sempat membuat suasana hening, menunjukkan betapa serius dan dekatnya ancaman ini.
“Jangan biarkan gadget menjadi ‘pengasuh’ anak. Mereka butuh kehadiran dan kasih sayang orang tua,” pesan Arifin. Ia menutup dengan menyerukan perlunya kolaborasi antara keluarga, sekolah, masyarakat, dan aparat hukum dalam upaya pencegahan.
Seminar ini membuka mata banyak orang tua akan urgensi peran mereka dalam mendampingi dan melindungi anak-anak di era digital yang penuh jebakan ini.



