✨ Terbaru! SAI Vol 32 Mei 2026 telah terbit! Unduh sekarang!

Unduh
BeritaPendidikan

Tingkatkan Mutu Baca Al-Qur’an, Ketua MPP Al Irsyad Al Islamiyyah Hadiri Pelatihan Metode Tartily di Comal Pemalang

COMAL, PEMALANG – Dalam upaya standardisasi mutu dan peningkatan kualitas guru dalam mengajarkan Al-Qur’an, Ketua Majelis Pendidikan dan Pengajaran (MPP) Al Irsyad Al Islamiyyah Pusat melakukan kunjungan kerja ke TK dan SD Al Irsyad Al Islamiyyah Comal, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah. Kunjungan strategis ini dikemas dalam rangkaian kegiatan intensif “Pelatihan Pembelajaran Metode Tartily” yang berlangsung selama dua hari, Jumat dan Sabtu, 19–20 Juni 2026.

Kegiatan yang berpusat di kompleks TK Al Irsyad Al Islamiyyah Comal ini digelar atas kerja sama erat antara MPP Al Irsyad Al Islamiyyah Pusat dengan Pimpinan Cabang (PC) Al Irsyad Al Islamiyyah Comal. Pelatihan ini wajib diikuti dengan antusias oleh seluruh dewan guru dari jenjang TK hingga SD Al Irsyad Al Islamiyyah Comal.

Metode Tartily sendiri merupakan metode pembelajaran baca Al-Qur’an unggulan yang disusun, dikembangkan, dan dipatenkan oleh Al Irsyad Al Islamiyyah. Saat ini, Metode Tartily telah diimplementasikan secara serentak di seluruh jaringan sekolah Al Irsyad Al Islamiyyah di seluruh Indonesia guna menjamin kualitas kelulusan siswa yang fasih dan cinta Al-Qur’an.

Hari Pertama: Pendalaman Metodologi dan Praktik Latihan Mandiri

Pada hari pertama, Jumat (19/6), materi pelatihan dipaparkan langsung oleh Ketua MPP Al Irsyad Al Islamiyyah Pusat, Ustaz Dr. Nandi Mulyadi, M.Pd. Dalam sesi tersebut, beliau mengupas tuntas mengenai Metodologi Pembelajaran Tartily serta strategi Manajemen Kelas yang efektif agar suasana belajar mengaji terasa menyenangkan bagi siswa.

Dalam sela-sela pemaparan materinya, Ustaz Dr. Nandi Mulyadi, M.Pd. menyampaikan pesan penting mengenai peran krusial seorang guru dalam menjaga standardisasi mutu pengajaran Al-Qur’an.

“Metode Tartily bukan sekadar teknik membaca, melainkan sebuah sistem terpadu untuk membentuk karakter generasi Qur’ani yang unggul di seluruh Indonesia. Guru adalah ujung tombak dari keberhasilan metode ini. Oleh karena itu, standardisasi kompetensi melalui pelatihan dan kepatuhan terhadap SOP mutlak diperlukan agar kualitas bacaan Al-Qur’an yang diterima oleh anak-anak kita di setiap cabang Al Irsyad memiliki mutu tinggi yang seragam,” ujar Ustaz Nandi menegaskan.

Tidak hanya teori, hari pertama langsung dilanjutkan dengan sesi praktis berupa Micro-teaching. Pada sesi ini, para peserta dibagi menjadi dua kelompok bimbingan spesifik:

  • Kelompok TK: Didampingi dan dibimbing langsung oleh Ustazah Nur Sabiha, S.Ag. selaku Tim Penyusun Kurikulum PAUD, untuk penyesuaian metode pada anak usia dini.
  • Kelompok SD: Dipandu langsung oleh Ustaz Dr. Nandi Mulyadi, M.Pd. untuk pendalaman materi pada jenjang sekolah dasar.

Hari Kedua: Penguatan Konsep dan Standardisasi SOP

Memasuki hari kedua, Sabtu (20/6), kendali pelatihan diamanahkan kepada Ustaz Ibnu Rochi Syakiran, Lc. Sebagai salah satu tim penyusun kurikulum Tartily, beliau menekankan pentingnya keseragaman pemahaman instruktur lewat materi Pengenalan Metode Tartily, Standard Operating Procedure (SOP) Pembelajaran Tartily, serta Penanaman Konsep Pembelajaran Tartily.

Melalui paparan SOP ini, diharapkan setiap guru di Al Irsyad Al Islamiyyah Comal memiliki standar, frekuensi, dan indikator keberhasilan yang sama dalam mengantarkan para murid menjadi generasi yang mulia bersama Al-Qur’an.

Kegiatan berjalan dengan tertib dan ditutup dengan komitmen bersama dari para guru untuk langsung mengimplementasikan hasil pelatihan Tartily ini pada tahun ajaran baru, demi mencetak generasi Qur’ani yang unggul di Kabupaten Pemalang.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button